Birokrasi

Sebut Ibnu Jandi Salah Soal Anggaran 43 Miliar, TNG: Itu Uang Dishub

POSRAKYAT.ID – Manajer Operasional Perseroda Tangerang Nusantara Global (TNG), Rudy Hariadi mengatakan, anggaran Rp43 miliar yang diungkap Ibnu Jandi, bukanlah penyertaan modal untuk BUMD tersebut.

Namun, lanjutnya, anggaran itu merupakan subsidi operasional bagi kebutuhan transportasi massal, di bawah naungan TNG.

“Apa yang Bang Jandi (Ibnu Jandi) itu salah, menurut saya. Sebetulnya, uang Rp43 miliar itu bukan uang TNG. Itu sebetulnya bukan uang Penyertaan Modal (PM). Sebetulnya uang itu subsidi angkutan yang nempelnya di Dinas Perhubungan (Dishub),” ujar Rudy, beberapa waktu lalu, di halaman Perseroda TNG, kepada wartawan.

Itu (anggaran Rp43 miliar), operasionalnya Si Benteng dan Bus Tayo. Ada 11 trayek. Empat koridor itu uang subsidi. Judulnya subsidi. Karena bentuknya subsidi, jadi boleh. Intinya, uang yang Bang Jandi informasikan itu, bukan uang TNG. Bukan uang yang langsung masuk ke TNG,” tambahnya.

Rudy mengaku, total subsidi dari Dinas Perhubungan tersebut bernilai Rp47 miliar. Subsidi itu, sambungnya, terbagi menjadi dua item. “Rp 27 miliar untuk subsidi bantuan operasional. Baik pemeliharaan, gaji operator, operasional Si Benteng dan Tayo. Terus, Rp20 miliar, itu bentuknya aset,” jelas Rudy.

Rudy mengungkapkan, aset itu berupa 20 bus, dan 80 mobil angkutan dalam kota, yang kini bernama Si Benteng. “Kita dapat penugasan dari Wali Kota untuk operasional layanan angkutan. Kita punya perjanjian kerja sama (PKS) lagi sama operator, sama pihak ketiga, namanya PT. Tiara Perkasa Mobil (TPM),” bebernya.

Rudy mengatakan, Dinas Perhubungan memberikan subsidi sebesar Rp4000 per kilometer, untuk operasional Si Benteng. Sementara, imbuhnya lagi, subsidi bagi Bus Tayo sebesar Rp9000, per kilometer.

“Nah itu lah yang kita bayarkan ke operator yang menang lelang tadi. Biaya supir, biaya perawatan, dan biaya lain lain, buat gaji manajemennya PT. TPM. Kita punya empat koridor. Koridor 1 dan 4 punya TNG. Koridor 2 dan 3 punya dia (PT. TPM). Yang 80 angkutan Si Benteng itu punya kita,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely meminta wartawan untuk mengkonfirmasi Asisten Daerah II, terkait dengan anggaran Rp43 miliar tersebut.

Ari Kristianto

Recent Posts

Pacu Investasi di Banten, Bea Cukai Terbitkan Izin Kawasan Berikat Produsen Sepatu Nike

POSRAKYAT.ID – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) melalui Kantor Wilayah (Kanwil) Bea Cukai Banten…

4 hari ago

Ngopi Bareng, Wartawan dan DPRD Tangsel Soroti Banjir, Pajak, hingga Layanan Publik

POSRAKYAT.ID – Dalam agenda coffee morning bersama Kelompok Kerja (Pokja) Wartawan DPRD, berbagai hal seperti…

4 hari ago

Soal Persiapan Porprov 2026, Plt Kadispora Tangsel Kok Bungkam?

POSRAKYAT.ID - Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Tangsel Ika, memilih…

1 minggu ago

Evaluasi Raperda 2026 dan Proyeksi 2027, Bapemperda DPRD Tangsel Ungkap Tiga Usulan Ditarik

POSRAKYAT.ID — Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Sudiar mengungkapkan,…

2 minggu ago

Kunjungan APKB Provinsi Banten, Bea Cukai Buka Ruang Diskusi bagi Pengusaha

POSRAKYAT.ID – Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) DJBC Provinsi Banten Ambang Priyonggo menyatakan, kunjungan pengurus Asosiasi…

2 minggu ago

Hari Santri 2026 di Tangsel, Baznas Bagikan Uang Pembinaan Hingga 18 Juta

POSRAKYAT.ID — Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyebut, dalam perayaan Hari Santri 2026,…

2 minggu ago

This website uses cookies.