Kita masih koordinasi. Jadi belum ada. Pokoknya kita sosialisasinya. Intinya adalah masyarakat mendapatkan gas secara mudah dan murah,” lanjut Ghazali.
Bagaimana caranya memperbanyak sub penyalur atau pangkalan. Kita belum dapat penjelasannya dari Pertamina. Implementasinya seperti apa, pengajuan menjadi pangkalannya seperti apa,” tandas Ghazali.
Alih-alih membantu masyarakat untuk mendapatkan harga yang lebih murah, wacana larangan penjualan gas melon justru mendapat penolakan dari warga.
Salah satunya, Tuti (37). Warga Suka Bakti, Serua Indah, Ciputat itu mengaku keberatan pemberlakuan kebijakan tersebut.
“Sudah nyari di agen, utang kagak boleh, kalau di warung masih bisa ngutang dulu. Biar di pangkalan ada, di warung harus tetep ada,” kata Tuti.
Tuti menilai kebijakan itu hanya akan mempersulit warga dalam memperoleh elpiji 3 kg. Selain itu, juga akan membuat ribet emak-emak yang sedang terburu-buru masak, tetapi tiba-tiba kehabisan gas elpiji.
“Kalau lagi masak tiba-tiba gas habis, nasi belum matang gimana. Kita nyari gas orang di rumah sudah kelaparan, pulang-pulang malah berantem yang ada, namanya orang laper, kan galak,” kata Tuti.
Page: 1 2
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, meminta agar seluruh pejabat di masing-masing…
POSRAKYAT.ID — Direktur Utama Perumda Tirta Benteng (TB) Doddy Effendy mengaku, setiap kegiatan yang terlaksana…
POSRAKYAT.ID - Kinerja Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Seperti dalam…
POSRAKYAT.ID - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Tangerang (GMT), sempat melayangkan surat guna…
POSRAKYAT.ID - Melalui program mewarnai bertajuk Happy Family Coloring (HFC) yang terselenggara dari inisiasi Gramedia,…
POSRAKYAT.ID - Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten Pilar Saga Ichsan, meminta agar persepakbolaan di…
This website uses cookies.