Luthfi menyatakan, selain pendidikan, karakteristik anak muda di dua wilayah tersebut pun terasa jauh berbeda.
“Anak muda di Banten Selatan cenderung menuntut pekerjaan dalam rangka mencari atau menyambung hidup,” tegas Lutfhi.
Sedangkan anak muda di daerah Tangerang Raya selain pekerjaan, juga menuntut adanya sektor hiburan dalam rangka menikmati hidup,” tambahnya.
Keterbelakangan pembangunan ekonomi dibandingkan dengan Banten Utara, mendorong pentingnya keterwakilan pemimpin dari keduanya.
Hal itu, dalam rangka memastikan kekuasaan dijalankan untuk pemerataan pembangunan ekonomi.
“Oleh karena itu, dibanding hanya berkutat soal background kandidat, penting juga memastikan kekuasaan, dijalankan untuk pembangunan ekonomi yang menyejahterahkan masyarakat,” ungkap Lutfhi.
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan, meminta agar seluruh pejabat di masing-masing…
POSRAKYAT.ID — Direktur Utama Perumda Tirta Benteng (TB) Doddy Effendy mengaku, setiap kegiatan yang terlaksana…
POSRAKYAT.ID - Kinerja Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang mendapat sorotan dari berbagai kalangan. Seperti dalam…
POSRAKYAT.ID - Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Tangerang (GMT), sempat melayangkan surat guna…
POSRAKYAT.ID - Melalui program mewarnai bertajuk Happy Family Coloring (HFC) yang terselenggara dari inisiasi Gramedia,…
POSRAKYAT.ID - Ketua Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Banten Pilar Saga Ichsan, meminta agar persepakbolaan di…
This website uses cookies.