Luthfi menyatakan, selain pendidikan, karakteristik anak muda di dua wilayah tersebut pun terasa jauh berbeda.
“Anak muda di Banten Selatan cenderung menuntut pekerjaan dalam rangka mencari atau menyambung hidup,” tegas Lutfhi.
Sedangkan anak muda di daerah Tangerang Raya selain pekerjaan, juga menuntut adanya sektor hiburan dalam rangka menikmati hidup,” tambahnya.
Keterbelakangan pembangunan ekonomi dibandingkan dengan Banten Utara, mendorong pentingnya keterwakilan pemimpin dari keduanya.
Hal itu, dalam rangka memastikan kekuasaan dijalankan untuk pemerataan pembangunan ekonomi.
“Oleh karena itu, dibanding hanya berkutat soal background kandidat, penting juga memastikan kekuasaan, dijalankan untuk pembangunan ekonomi yang menyejahterahkan masyarakat,” ungkap Lutfhi.
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, dalam rangka mengantisipasi longsor dan…
POSRAKYAT.ID - Ade Kurniawan (47) yang menjadi saksi dalam penggeledahan dan penangkapan tersangka bandar sabu…
POSRAKYAT.ID - Ade Kurniawan (47) yang menjadi saksi penggerebekan salah seorang bandar sabu di wilayah…
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang, Achmad Suhaely menuturkan, pihaknya menerima tagihan dari Perseroda…
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan memastikan, seluruh sekolah negeri di bawah…
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengaku, saat ini tengah fokus mengurusi…
This website uses cookies.