Luthfi menyatakan, selain pendidikan, karakteristik anak muda di dua wilayah tersebut pun terasa jauh berbeda.
“Anak muda di Banten Selatan cenderung menuntut pekerjaan dalam rangka mencari atau menyambung hidup,” tegas Lutfhi.
Sedangkan anak muda di daerah Tangerang Raya selain pekerjaan, juga menuntut adanya sektor hiburan dalam rangka menikmati hidup,” tambahnya.
Keterbelakangan pembangunan ekonomi dibandingkan dengan Banten Utara, mendorong pentingnya keterwakilan pemimpin dari keduanya.
Hal itu, dalam rangka memastikan kekuasaan dijalankan untuk pemerataan pembangunan ekonomi.
“Oleh karena itu, dibanding hanya berkutat soal background kandidat, penting juga memastikan kekuasaan, dijalankan untuk pembangunan ekonomi yang menyejahterahkan masyarakat,” ungkap Lutfhi.
POSRAKYAT.ID — Koordinator Aliansi Masyarakat Bersatu (Ambu) Provinsi Banten Mohammad Royhan Daestaki menyatakan, gelaran dialog…
POSRAKYAT.ID – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Tangerang mencatat realisasi…
POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pasca ledakan yang terjadi di…
POSRAKYAT.ID — Dewan Pembina Gajah Muda Nusantara (GMN) Nonami menyatakan, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan…
POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…
POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…
This website uses cookies.