Itu namanya mengkhianati dan merendahkan harga diri rakyat sebagai manusia,” tambahnya.
Saat kegiatan bakti sosial itu di wilayah konstituennya, Gobel juga melakukan dialog dengan masyarakat. Para nelayan mengeluhkan harga BBM yang terus naik.
Sedangkan, petani mengeluhkan naiknya dan langkanya bibit dan pupuk serta jatuhnya harga produk pertanian saat musim panen. “Kami minta hal ini agar ada solusi,” kata salah seorang petani di Gorontalo.
Menanggapi hal itu, khusus soal pertanian, Gobel menyatakan, petani dan nelayan agar bersatu dalam wadah koperasi.
Hal itu, akan membuat posisi nelayan dan petani menjadi lebih kuat, dan lebih mudah dalam berkoordinasi, serta mencari solusi.
“Petani dan nelayan harus bersatu dalam wadah koperasi. Petani dan nelayan yang kuat, akan lebih mudah dalam berjuang,” jelas Gobel menanggapi.
Saya sendiri sudah menginisiasi pembentukan koperasi petani. Hal ini akan menciptakan ekosistem pertanian yang sehat,” lanjutnya.
POSRAKYAT.ID — Koordinator Aliansi Masyarakat Bersatu (Ambu) Provinsi Banten Mohammad Royhan Daestaki menyatakan, gelaran dialog…
POSRAKYAT.ID – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) TMP A Tangerang mencatat realisasi…
POSRAKYAT.ID – Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan menyatakan, pasca ledakan yang terjadi di…
POSRAKYAT.ID — Dewan Pembina Gajah Muda Nusantara (GMN) Nonami menyatakan, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan…
POSRAKYAT.ID – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie menyebut, digitalisasi transaksi pemerintahan turut mendukung…
POSRAKYAT.ID - Ketua KONI Kota Tangsel Mahludin menegaskan, mendekati Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Banten 2026,…
This website uses cookies.