Dirinya berpesan, keberhasilan penurunan stunting dimulai dari kemampuan rumah tangga untuk bisa mengakses sumber makanan bergizi dengan harga terjangkau.
“Pertama perbaiki tata niaga pangan kita sehingga rakyat bisa mendapat bahan mahanan bergizi yang lebih murah dan terjangkau,” sebut Kurniasih.
Kedua, lanjutnya, menyerukan kepada keluarga untuk berprioritas pada pengeluaran bulanan guna pemenuhan gizi keluarga dibandingkan pengeluaran lain yang tidak perlu.
“Jika ingin anak-anak bisa sehat dan cerdas di masa mendatang maka jangan memangkas kebutuhan pangan bergizi,” ujar Kurniasih.
Data dari Kemenkeu menyebut konsumsi terbesar masyarakat miskin Indonesia setelah beras adalah rokok.
Pengeluaran untuk rokok mengalahkan pengeluaran untuk kebutuhan protein keluarga.
“Jadi di sisi masyarakat juga perlu ada penyadaran bahwa pemenuhan gizi keluarga itu dampaknya jangka panjang,” jelasnya.
Di sisi lain harus ada intervensi untuk membuat harga pangan bergizi lebih murah sehingga terjangkau masyarakat,” katanya.
POSRAKYAT.ID - Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menegaskan, hibah untuk Komite Olah Raga…
POSRAKYAT.ID - Wasit Aset Kota/Kabupaten Tangerang, Ibnu Jandi menyebut mantan Wali Kota Tangerang Arief Wismansyah…
POSRAKYAT.ID - Kuasa hukum korban dugaan pelecehan, Tiara Nasution menyatakan, RA (14), bukanlah menjadi satu-satunya…
POSRAKYAT.ID – Camat Serpong Utara (Serut), Dahlan menegaskan, Pemkot Tangsel tidak memiliki kewenangan, untuk memperbaiki…
POSRAKYAT.ID - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), melalui Kantor Wilayah DJBC Provinsi Banten, terus…
POSRAKYAT.ID - Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyebut, rotasi pejabat di lingkungan Pemerintah Kota…
This website uses cookies.