Dirinya berpesan, keberhasilan penurunan stunting dimulai dari kemampuan rumah tangga untuk bisa mengakses sumber makanan bergizi dengan harga terjangkau.
“Pertama perbaiki tata niaga pangan kita sehingga rakyat bisa mendapat bahan mahanan bergizi yang lebih murah dan terjangkau,” sebut Kurniasih.
Kedua, lanjutnya, menyerukan kepada keluarga untuk berprioritas pada pengeluaran bulanan guna pemenuhan gizi keluarga dibandingkan pengeluaran lain yang tidak perlu.
“Jika ingin anak-anak bisa sehat dan cerdas di masa mendatang maka jangan memangkas kebutuhan pangan bergizi,” ujar Kurniasih.
Data dari Kemenkeu menyebut konsumsi terbesar masyarakat miskin Indonesia setelah beras adalah rokok.
Pengeluaran untuk rokok mengalahkan pengeluaran untuk kebutuhan protein keluarga.
“Jadi di sisi masyarakat juga perlu ada penyadaran bahwa pemenuhan gizi keluarga itu dampaknya jangka panjang,” jelasnya.
Di sisi lain harus ada intervensi untuk membuat harga pangan bergizi lebih murah sehingga terjangkau masyarakat,” katanya.
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudin mengungkapkan, Pemerintah Kota (Pemkot) siap memberikan…
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Acep Wahyudin mengungkapkan, lebih dari 1600 Keluarga Penerima…
POSRAKYAT.ID - Muhammad Zaky atau yang akrab dengan sapaan Zaky Ramli, telah menerima surat keputusan…
POSRAKYAT.ID – Bea Cukai Tangerang melaksanakan kegiatan Customs Visit Customer (CVC) ke PT Panarub Industry,…
POSRAKYAT.ID - Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangerang Achmad Suhaely mengungkapkan, dalam upaya mengatasi kemacetan lalu…
POSRAKYAT.ID - Warga Perumahan Bukit Nusa Indah (BNI) Ciputat, Kota Tangsel menolak wacana pembangunan SMPN…
This website uses cookies.