Minggu, Juni 23, 2024

Komisi IX DPR Singgung Calo Migran Indonesia

POSRAKYAT.ID – Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati menyinggung soal calo-calo Pekerja Migran Indonesia (PMI), terkait penggerebekan yang dilakukan Polda Metro Jaya.

Menurut Kuniasih, penggerebekan bersama Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), di wilayah Bekasi itu, Polda Metro mendapati 161 PMI, yang tertipu calo.

Melihat hal itu, Kurniasih meminta agar jaringan penipu PMI Ilegal dibongkar. 

Ia menilai, kasus tersebut tidak dilakukan oleh orang per orang, melainkan sebuah jaringan, jika dilihat dari jumlahnya yang cukup besar.

“PMI Ilegal yang didominasi emak-emak ini berasal dari berbagai wilayah. Ada kemungkinan jaringan ini juga sudah bergerak di berbagai daerah,” tegas Kurniasih, ditulis Jumat 7 Oktober 2022.

Baca Juga :  Ingin Kelabui Polisi dan ETLE, Pemuda Diamankan Polda Metro

Sehingga penggerebekan ini, harus diikuti oleh dibongkarnya jaringan penipu PMI Ilegal di Indonesia,” sambungnya.

Lebih lanjut disebutkan bahwa jaringan yang akan memberangkatkan para emak-emak ini blusukan ke daerah-daerah dan menjanjikan gaji besar.

Modusnya, lanjut Kurniasih, dengan memberikan uang sebagai pengikat atau hutang sehingga para korban tidak berdaya.

“Terlebih ada keterputusan informasi yang tidak disampaikan secara terbuka tentang moratorium penempatan pekerja domestik di Arab Saudi,” ungkap Kurniasih.

Kita juga minta tolong, agar kerugian korban PMI Ilegal ini dihitung secara materiil dan dimintakan pertanggungjawabannya,” lanjut Politisi Fraksi PKS ini.

Anggota DPR RI Dapil DKI Jakarta ini juga meminta, agar jajaran Polda Metro Jaya bisa mengungkap kasus ini sebab sudah masuk ranah dugaan tindak pidana perdagangan orang.

Baca Juga :  Polantas Dilarang Tilang Manual di Operasi Zebra 2022

“Bisa digunakan pasal TPPO agar sanksi yang diberikan keras dan menjadi pelajaran,” tuturnya.

Bongkar tuntas jaringan sindikat PMI Ilegal ini sebab belum lama kita juga membongkar modus pengiriman PMI Ilegal ke Kamboja dalam jumlah cukup besar dan bergelombang,” tandas Kurniasih.

Iklan - Scroll kebawah untuk melanjutkanspot_img
RELATED ARTICLES

Populer