POSRAKYAT.ID – Muhammad Zaky atau yang akrab dengan sapaan Zaky Ramli, telah menerima surat keputusan (SK), untuk menjadi Ketua Forum Komunikasi Pelanggan Perumda Tirta Benteng, Sabtu 8 Agustus 2026 kemarin.
Zaky mengaku, forum tersebut menjadi langkah agar Perumda Tirta Benteng terwujud menjadi koorporasi yang good governance. “Atau tata kelola pemerintahan yang baik, karena melibatkan unsur civil society,” ujar Zaky kepada wartawan, Senin 10 Agustus 2026.
Ia juga telah memetakan berbagai permasalahan, untuk mendukung kinerja Perumda yang mengurusi kebutuhan air bersih di masyarakat. “Yang pertama, pembenahan secara struktural. Ini (forum komunikasi pelanggan) adalah menjadi jembatan antara pelanggan dan perusahaan,” bebernya.
Sehingga perusahaan dapat semakin profesional dan memiliki citra yang baik di mata pelanggan. Forum pelanggan juga harus terlibat dalam berbagai kebijakan yang berdampak kepada masyarakat,” tambah Zaky.
Zaky juga mengungkapkan beberapa masalah yang saat ini terjadi di tubuh BUMD Kota Tangerang itu. “Pertama, kualitas air yang terkadang keruh. Kedua, debit air yang sering kecil atau berkurang. Apakah karena keterbatasan sumber air atau faktor lainnya?” ungkapnya.
Zaky mengaku, dari sisi manajemen, Perumda Tirta Benteng juga harus segera melakukan pembenahan. Pasalnya, ‘pengisian’ jabatan pada ‘birokrasi’ Perumda Tirta Benteng, menjadi penentu jalannya bisnis pada Perumda tersebut.
“Dengan posisi BUMD Air Minum yang saat ini sudah berstatus Grade A, fungsi Dewan Pengawas menjadi sangat penting. Namun sampai hari ini jumlah Dewan Pengawas masih sangat terbatas,” tegasnya.
Setahu saya baru satu orang. Sementara idealnya jumlah Dewan Pengawas bersifat ganjil, misalnya tiga, lima, atau tujuh orang. Kalau hanya satu orang, tentu fungsi pengawasan tidak akan seefektif apabila terdiri dari tiga orang yang memiliki pembagian tugas yang jelas,” lanjut Zaky.
Pihaknya menyinggung kurang maksimalnya pengawasan pada Perumda Tirta Benteng. “Apalagi Dewan Pengawas yang ada saat ini juga memiliki tugas dan tanggung jawab lain. Sehingga, efektivitas pengawasannya menjadi terbatas,” terang Zaky.
Karena itu, kehadiran Forum Komunikasi Pelanggan, harapannya dapat membantu mengisi ruang-ruang yang belum terjangkau dalam fungsi pengawasan. Khususnya dari perspektif pelanggan,” tandasnya.

